Arsip

Posts Tagged ‘fajar’

Shalat subuh jam brapa ya?

23 September , 2009 ibnumaulana Tinggalkan komentar

pengaturan

trus opo mesti subuhane jam 5-nan (apa shalatnya mesti jam 5 an). ya enggak lah pak menyesuaikan dengan waktu. artinya antara bulan januari dan agustus tentunya tidak sama.
Barangkali pertanyaan itu sering muncul dibenak kita, tatkala kita sudah mengetahui ketidak tepatan waktu shalat yang ada. trus solusinya gimana ?
dak usah kawatir lah insya Allah data berikut ini dapat membantu kita. untuk sementara baru untuk jadwal Shalat daerah Yogyakarta dan sekitarnya (latitude:-7,8 longitude:110,3677)

afwan untuk sementara baru waktu bulan september dan oktober, mengenai sistem pengaturan perhitungan silahkan rujuk pada gambar diatas.

dan berikut ini untuk bulan oktober

okttrus untuk bulan berikutnya nyusul ,afwan.

buat akh antok di toko Ihya Yogya dan ikhwah lain yg mau lihat gambar fajar berikut ini ana lampirkan gambar fajar didaerah goa cerme, imogiri , Bantul YK

waktu shalat subuh; fajar kadzib dan fajar shadiq

19 Januari , 2009 ibnumaulana 3 komentar

kdzib1

Barangkali kita belum pernah melihat perbedaan antara waktu fajar shadiq dan fajar kadzib. Dimana keduanya merupakan dua waktu yang penting dan perlu untuk diketahui, karena hal itu menentukan waktu dimana shalat subuh telah masuk. Dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari. Fajar dalam istilah bahasa arab bukanlah matahari. Sehingga ketika disebutkan terbit fajar, bukanlah terbitnya matahari. Fajar adalah cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit.

Ada dua macam fajar, yaitu fajar kazib dan fajar shadiq. Fajar kazib adalah fajar yang `bohong` sesuai dengan namanya. Maksudnya, pada saat dini hari menjelang pagi, ada cahaya agak terang yang memanjang dan mengarah ke atas di tengah di langit. Bentuknya seperti ekor Sirhan (srigala), kemudian langit menjadi gelap kembali. Itulah fajar kazib.

Sedangkan fajar yang kedua adalah fajar shadiq, yaitu fajar yang benar-benar fajar yang berupa cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit. Fajar ini menandakan masuknya waktu shubuh.

Jadi ada dua kali fajar sebelum matahari terbit. Fajar yang pertama disebut dengan fajar kazib dan fajar yang kedua disebut dengan fajar shadiq. Selang beberapa saat setelah fajar shadiq, barulah terbit matahari yang menandakan habisnya waktu shubuh. Maka waktu antara fajar shadiq dan terbitnya matahari itulah yang menjadi waktu untuk shalat shubuh.

Di dalam hadits disebutkan tentang kedua fajar ini:

“Fajar itu ada dua macam. Pertama, fajar yang mengharamkan makan dan menghalalkan shalat. Kedua, fajar yang mengharamkan shalat dan menghalalkan makan..” (HR Ibnu Khuzaemah dan Al-Hakim).

Batas akhir waktu shubuh adalah terbitnya matahari sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasululah SAW bersabda, “Dan waktu shalat shubuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari.” (HR Muslim)